PROFIL PIMPINAN
CHAT DENGAN ADMIN
11 Santri Al Hikmah Lolos Masuk UGM dan UNY
di posting : 2015-07-07 09:43:48

KARANGMOJO, (Swara) — Madrasah Aliyah (MA) Al Hikmah Sumberjo Karangmojo Gunungkidul membuat gebrakan baru. Dari 59 santri yang menempuh Ujian Nasional dinyatakan lulus 100%. Dari jumlah peserta itu, 4 santri diterima di UGM tanpa test lewat jalur SNPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Empat santri tersebut adalah Endah Astuti Nur Rohman, warga Sumberjo Karangmojo, diterima di UGM jurusan Budidaya Perikanan, Nadifa Oktarima warga Sleman diterima di UGM jurusan Biologi, Zariun warga Temon Trimulyo Kendal Jateng di UGM jurusan Peternakan, dan Surisman jurusan Hama, santri asal Prampelan Adipura Kaliangkrik Magelang. Hal tersebut dikatakan Drs H Suminto, Kepala MA Al Hikmah, Sabtu (06/06/2015).

Selain diterima di UGM, ada 7 santri yang diterima di UMY. Mereka adalah Nafesta Amalia (Hubungan Internasional), Nurmasitoh (PAI), Khosy Khoirunisa (PAI), Nurul Marfuah (PAI), Naviana Putri (Ekonomi Syariah), Astuti Nur Rohmah (Manajemen), dan Oktarima (Ilmu Ekonomi dan Perbankan Syariah). Dan 2 santri mendapat beasiswa di Unimus Solo, Umi Masruro (Biologi) dan Lestiani (Ilmu Gizi).

Drs HM Harun Al Rosyid didampingi Drs H Suminto menyatakan, santri yang mendapat kesempatan kuliah di UGM, UMY dan UNIMUS Solo dikenalnya sebagai santri yang rajin belajar, melaksanakan tugas keorganisasian dengan baik. Mereka santri sholeh dan Sholekah, rajin salat termasuk tahajut, berahklak baik, menghormati sesama santri termasuk dengan ustadz.

Harun Al Rosyid menambahkan, santri PP Al Hikmah yang terdahulu ada yang diterima di Kedokteran, dan melakukan pengabdian di PP Al Hikmah. (Sarwo).

ditulis oleh :admin


Ponpes Al Hikmah Gunungkidul Terjunkan 89 Santri ke Masyarakat
di posting : 2015-07-07 09:37:52

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah bagi umat Islam. Oleh karena itu, sejak 15 tahun lalu Pesantren Al Hikmah mendelegasikan sejumlah santrinya untuk menyebarkan ajaran agama ke berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY.

 

Suasana sepi terlihat di pintu gerbang pondok pesantren sekaligus tempat pendidikan di Al Hikmah, Dusun Sumberjo, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo pagi ini, Kamis (25/6/2015). Maklum secara kalender pendidikan, masa sekarang merupakan akhir tahun pelajaran, dimana para siswa tinggal menerima raport hasil belajar selama satu tahun.

Di pondok pesantren ini selain mengajarkan ajaran agama bagi para santri, juga terdapat sekolah formal, mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Aliyah hingga Sekolah Menengah Kejuruan. Guna menjaga nilai-nilai keislaman tetap terjaga, ada pemisahan antara kelompok putra dan putri. Bahkan untuk kegiatan di masjid, pengelola pun membuatkan dua tempat ibadah tersebut untuk mereka.

Secara letak, pesantren ini langsung berbatasan dengan pemukiman milik warga. Batasan antara pesantren dengan warga hanya sebuah jalan. Sebagai penanda batas, hanya ditanam tanaman hias sebagai pembatas.

 

Namun demikian, untuk bisa membaur dengan masyarakat, setiap minggunya pengelola rutin menggelar pengajian. Kegiatan ini, masyarakat bisa ikut berpartisipasi sehingga tidak ada jarak di antara mereka.

“Kebetulan saat ini, para santri baru istirahat. Apalagi pendidikan formal tinggal serah terima raport pada 27 Juni esok,” kata Pengasuh Santri Putri di Pondok Pesantren Al Hikmah, Suarmi, Kamis (26/6/2015).

Dia menjelaskan, meski secara formal pelajaran di sekolah telah selesai, namun untuk kegiatan di pondok pesantren tetap akan jalan dan berakhir pada Selasa (7/7/2015) mendatang. Selama itu, para santri akan diberikan pendalaman agama mulai dari tafsir, menghafal Alquran hingga pemberian pemahaman tentang aqidah.

“Sebagai bekal, kami juga memberikan pelatihan membengkel, beternak mulai dari ternak kambing hingga lele,” ujar Suarmi.

Hingga saat ini, jumlah santri di pondok pesantren itu mencapai 458 anak didik, yang terdiri dari 265 santriwati dan 193 santri. Dari jumlah ini, 208 anak duduk di bangku SMP, sedangkan sisanya berada di MA dan SMK.

Suarmi menjelaskan, selain pendidikan agama di lingkup pesantren, bagi siswa terpilih akan melakukan hijrah ke tengah-tengah masyarakat. Untuk tahun ini, sebanyak 89 santri diterjunkan ke 43 lokasi di wilayah Jateng dan DIY.

“Masing-masing tempat ada dua hingga tiga santri, tergantung dengan permintaan masjid yang ingin ditempati,” katanya lagi.

Proses hijrah ini sudah berlangsung selama 15 tahun. Selama 20 hari puasa, para santri akan berbaur di tengah-tengah masyarakat. Dalam proses ini, para santri akan mengisi dengan berbagai kegiatan mulai dari mengaji, ceramah hingga melatih membaca dan menulis Alquran.

“Ini merupakan kegiatan rutin dan terus berlangsung hingga sekarang,” imbuh dia.

Menurut salah seorang Pemimpin Pondok Pesantren, Harun Al Rosyid, kegiatan hijrah memiliki banyak manfaat. Pertama, kegiatan ini bisa melatih mental para santri serta memahami bagaimana dinamika yang terjadi di masyarakat.

Adapun manfaat lainnya, melalui kegiatan ini sebagai ajang promosi keberadaan Pondok Pesantren Al Hikmah. Melalui media dakwah yang dilakukan para santri bisa diketahui bagaimana kualitas dalam memahami agama selama masa pendidikan.

“Ini juga sebagai bukti pertanggungjawaban kami kepada para wali santri. Semakin baik santri yang dikirim, maka semakin besar pula peluang menambah santri dari berbagai penjuru wilayah,” ujarnya.

ditulis oleh :admin



di posting : 2014-10-31 13:35:14
ditulis oleh :


ALAMAT PONPES
Informasi Kelembagaan
VISITOR PENGUNJUNG
Like with facebook
My Great Web page